Showing posts with label 24. Show all posts
Showing posts with label 24. Show all posts

Thursday, April 26, 2012

Layang-Layang Bisa Bernyanyi



Bermain layang-layang memang mengasyikan, dan tidak memandang usia pemainnya. Tidak saja layang-layang bentuk sederhana yang biasa untuk diadu dilangit. Lebih menarik lagi jika layang-layang yang diterbangkan berbentuk seperti hewan, ikan, super hero, dan masih banyak lagi macamnya dengan aneka warna yang mencolok. Ketika diterbangkan angin gerakan layang-layang yang dikendalikan oleh pemainnya seperti menari di panggung langit yang biru. Namun ada layang-layang yang bentuknya elegan, indah dan memiliki efek akustik yang unik karena bisa bernyanyi yaitu layang-layang "Banyao" dikenal sebagai "Yaozi" di Nantong, Cina.

Sejak layang-layang sangat populer di Cina, ada banyak tempat produksi layang-layang terkenal seperti Beijing, Tianjin dan Weifang, mengapa hanya orang Nantong yang dapat membuat layang-layang yang bisa bernyanyi?Alasannya karena layang-layang Banyao dilengkapi dengan seruling.

Tentu saja layang-layang sperti ini bobotnya lebih berat dibandingkan dengan yang lain tercatat layang-layang Banyao terbesar sepanjang 2m dan berat 5kg. Jika layang-layang biasa dapat terbang di langit hanya jika bertiup angin semilir atau angin yang lebih kuat. Di Nantong merupakan tempat yang cocok untuk terbangnya layang-layang Banyao (terutama di musim semi), karena terletak dipesisir laut dengan angin yang sangat kencang.

Dalam tahun-tahun sebelumnya, setiap keluarga di pedesaan akan menerbangkan layang-layang di saat menunggu musim panen. "Yaozi" akan dipuja di depan aula utama dengan lilin dan kertas kuda, yang melambangkan sang tuan rumah berdoa untuk memperoleh panen yang baik. Dengan alunan musik indah yang dikeluarkan seruling, layang-layang Banyao akan terbang ke langit biru, membawa mimpi indah rakyat. Kerumunan orang-orang akan berlarian, dengan tawa yang bergema di langit.

Usai Stroke, Tak Bisa Bicara Tapi Jago Nyanyi




Ann Arscott kehilangan kemampuannya berkomunikasi sejak mengalami serangan strok. Anehnya, meski tak bisa berbicara, wanita penyanyi 47 tahun ini tak kehilangan kemampuannya menyanyi.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, dalam keterbatasannya, Arscott masih bisa tampil di sebuah konser musik amal menyanyikan lagu favoritnya Amazing Grace dan Summertime yang dipopulerkan Billie Holiday.
Padahal, wanita yang berprofesi sebagai guru musik sekaligus penyanyi jazz di sejumlah klub itu masih belum bisa berbicara. Untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya saja, ia harus memakai papan tulis kecil sebagai alat bantu bicara.
Serangan stroke yang terjadi akhir tahun lalu itu tak hanya membuat Arscott kehilangan kemampuan bicara, tapi juga lumpuh sehingga sulit bergerak. Meski kelumpuhan badannya mulai pulih, ia masih berjuang untuk menyembuhkan aphasia yang membuatnya sulit bicara.

Penampilan Arscott dalam konser amal itu berhasil membuat penonton yang menyaksikannya terharu. "Ruang konser penuh sesak pengunjung dan semua orang menangis," kata Kate Green, sukarelawan yang terlibat dalam konser amal itu.
Konser amal itu tak hanya berhasil mengumpulkan dana sebesar £1.500 untuk sebuah yayasan penanganan stroke, tapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aphasia.

Aphasia merupakan penyakit akibat kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab pada kemampuan komunikasi. Gangguan pada bagian otak ini akan memengaruhi ekspresi, pemahaman bahasa, membaca, menulis, dan kemampuan bicara.

Secara medis, kondisi Arscott bukan sebuah keajaiban. Sebagian penderita aphasia masih memiliki kemungkinan menyanyi karena ada bagian tertentu di otak yang bisa aktif dengan musik. "Ada beberapa penelitian yang menjelaskan tentang hal ini," kata Dr Sharlin Ahmed dari Stroke Association. 

Grup Vokal dengan Anggota Para Lansia


Sebuah kelompok vokal yang dikenal dengan nama Buranovo Grannies menjadi buah bibir di Rusia setelah terpilih untuk menjadi wakil negara itu dalam lomba menyanyi Eurovision, seperti dilansir Sydney Morning Herald, Sabtu (10/3/2012).


Sesuai namanya grannies alias nenek-nenek, personel girl band ala Rusia ini sudah berusia sekitar 80 tahun. Kalau usia keenam anggota mereka ditotal, maka jumlahnya lebih dari 400 tahun.
Dalam kompetisi di Rusia, kelompok beranggota delapan orang itu mengalahkan 24 grup vokal dan penyanyi, salah satunya juara Eurovision 2008, Dima Bilan.
Girlband Buranovo Grannies (sumber : wordpress.com)
Granny band asal Udmurtia, Rusia, ini tampil mengenakan busana tradisional. Mereka memadukan musik modern dengan gaya menyanyi tradisional.
Saat final di Rusia, enam anggota mereka membawakan lagu Party for Everybody. Untuk bagian reffrain, lagu itu menggunakan bahasa Inggris, tetapi sisanya berbahasa Udmurt, satu bahasa yang bersaudara dengan bahasa Finlandia dan saat ini penuturnya hanya sekitar 325.000 orang.
Meskipun berusia lanjut, gaya panggung mereka tidak hanya diam. Sambil menyanyi mereka bergoyang dan menari dengan riang. Adakalanya mereka mengajak penonton ikut menyanyi. Suasana arena menjadi meriah karena para penonton menyukai penampilan mereka dan mengiringi lagu mereka dengan tepuk tangan.

Katak Yang Bisa Bernyanyi


Para ahli konservasi dari Conservation International berhasil menemukan kembali enam jenis katak endemik Haiti. Katak yang ditemukan termasuk jenis yang telah menghilang selama puluhan tahun dan diduga punah serta beberapa di antaranya memiliki suara yang elok seperti nyanyian.


Enam jenis katak yang ditemukan ialah katak Hispaniolan ventriloquial, katak Mozart, katak rumput La Selle, katak Macaya dada berbintik, katak Hispaniola bermahkota, dan katak Macaya burrowing.


Salah satu jenis yang unik adalah katak Hispaniolan ventriloquial. Spesies itu bisa "melempar" suara ke tempat yang jauh sehingga bisa mengecoh predator yang memburunya karena suara katak itu seolah berasal dari tempat lain. Sementara jenis lain yang juga unik adalah katak Macaya burrowing yang suka menggali liang di tanah. Jenis ini punya mata hitam dan kaki belakang berwarna oranye.
Sementara dari namanya, yang tak kalah menarik adalah katak Mozart. Katak ini dinamai mirip nama komponis Wolfgang Amadeus Mozart karena menghasilkan suara yang mirip nada-nada musik. Pada malam hari bunyinya seperti siulan empat nada, sedangkan pada senja dan petang seperti siulan dua nada.
Temuan paling mengejutkan adalah katak rumput La Selle. Jenis tersebut sudah tidak dijumpai selama 25 tahun. Jenis ini adalah satu di antara 48 jenis amfibi yang paling jarang dijumpai di Haiti sehingga menjadi misteri. "Kami mencari satu spesies, tetapi ternyata menemukan harta karun lainnya. Ini mencerminkan ketahanan dan harapan bagi masyarakat Haiti serta satwa liar yang ada," kata Richard Moore, pemimpin ekspedisi CI ini.
Jenis katak yang hilang ini ditemukan di Haiti pada Oktober tahun lalu. Seperti diketahui, Haiti tahun lalu dilanda gempa dahsyat yang merusak infrastruktur dan memakan korban jiwa dalam jumlah besar. Moore dan Blair Hedge dari Pennsylvania State University menjadi koordinator penelitian ini. Penemuan tersebut merupakan bagian dari proyek pencarian kembali jenis-jenis amfibi yang kini jarang ditemukan.

Belajar Melalui Lagu


Lagu bisa menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengajarkan anak. Anda tidak perlu bisa bernyanyi untuk dapat mengajar melalui lagu.
Cara paling mudah adalah mengambil nada yang sering didengar dan sudah dikenal anak, kemudian mengganti kata-katanya dengan kata-kata Anda sendiri.

Sebagai contoh, lagu “Burung Kakatua”  yang diganti liriknya dengan:

Satu tambah satu
Sama dengan dua
Dua tambah dua
Sama dengan berapa???
*empaat (minta anak menjawab)

Tekdung tekdung tekdung
Yayayaya (kalau jawabannya benar)
Tekdung tekdung tekdung
Lah salah (kalau salah)

Tekdung tekdung tekdung yayayayaya
Ayo coba lagi

Gunakan frase sederhana yang berulang. Biarkan anak “mengarang nadanya” sendiri. Tujuannya adalah membuat komunikasi melalui lagu. Misalnya:
Mana matamu
(ini mataku)
Mana hidungmu
(ini hidungku)

Atau
Siapa nama adik
(Tata)
Berapa umur adik
(Lima)
Di mana rumah adik
(cipinang)
Mari bertepuk tangan
(prok prok prok)

Pastikan Anda melakukan dalam suasana gembira, diselingi gerak tubuh dan tepuk tangan untuk membuat anak semangat.

Menelusuri Tradisi Menyanyi Masyarakat Batak




“Orang Batak itu begitu lahir sudah bisa menyanyi”

Ungkapan itu sering terdengar. Ya, masyarakat Sumatera Utara yang terdiri dari Suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Pak-Pak, dan lain-Lain seolah diidentikkan dengan kebiasaan dan kepiawan dalam tarik suara.

Lihat saja kontes menyanyi di Indonesia yang disiarkan melalui siaran televisi. biasanya ada perwakilan putra daerah Sumatera Utara yang masuk kedalam babak final. Bukti lainnya, tak terhitung musisi asal Sumatera Utara yang berkiprah dalam belantika musik Indonesia, baik sebagai penyanyi, penulis lagu, maupun pemain musik.

Untuk composer, nama-nama seperti Cornel Simanjuntak dan Nortir Simanungkalit adalah sejumlah tokoh besarnya. Dalam musik pop, Berlian Hutauruk, Pandjaitan Bersaudara (Panbers), Vicky Sianipar, Joy Tobing, Judika Sihotang “Mahadewa”, Sammy Simorangkir “ex-Kerispatih”, Firman Siagian (Gian) “The Fly”, Donny Sibarani “Ada Band”, Petra Sihombing, dan Bams “Samson” adalah beberapa nama yang cukup akrab di telinga masyarakat.

Menyanyi, inilah yang menjadi salah satu ciri masyarakat berbagai Suku Batak. Bahkan menyanyi dianggap menjadi salah satu budaya. Sebagai contoh, masyarakat Batak Toba. Bila bertandang dari Medan menuju Parapat atau Samosir, lagu-lagu dalam Bahasa Batak setempat akan menemani perjalanan. Entah itu di rumah makan, angkutan umum, ataupun tempat-tempat publik lannya.

Warna musiknya pun beragam. pop, jazz, atau dangdut, memperkaya lagu-lagu berbahasa batak. Konon, masyarakat Batak, terutama Batak Toba suka mendengarkan lagu karena dilatar belakangi oleh faktor geografis. Jarak antar desa dan antar rumah yang terbilang jauh terkadang membuat warganya merasa kesepian. Sebagai pelipur lara, dinyayikanlah lagu. Kebanyakan bertema keluarga, percintaan, lingkungan, atau ungkapan syukur kepada Yang Mahakuasa.

Namun, jika melirik faktor historis, ada beberapa aspek yang mepengaruhi perkembangan musik di  Sumatera Utara yang menggunakan bahasa daerah. Awalnya, musik tradisi Batak hanya mengandalkan alat musik tradisional. Salah satunya alat musik gondang.

Kemudian, dengan masuknya ajaran Agama Kristen yang disebarkan oleh para misionaris, lagu-lagu Batak, terutama Batak Toba, mengalami perkembangan dan perubahan gaya. Salah satunya yaitu mengenal nada-nada harmonisasi Barat. Dengan banyaknya kebaktian di gereja, penggunaan nada harmoni Barat dengan lirik lagu bahasa Batak pun semakin berkembang.

Perkembangan musik di Sumatera Utara juga semakin maju dengan berkembangnya teknologi. Kehadiran radio, televisi, CD, dan internet, membuat musik berbahasa Toba menjadi semakin kaya. Bahkan, alat musik tradisional kini dipadukan dengan alat musik modern dengan komposisi lagu yang lebih beragam, bewarna, dan atraktif. Jika sudah begini, siapa yang tidak mencintai musik dari tanah kelahiran sendiri?

Robot Yang Menyanyikan Lagu The Beatles


Empat robot karya mahasiswa asal Amerika Serriket mampu memainkan musik tembang lawas milik The Beatles. Dilansir Metro.co.uk, Kamis (5/4), robot dinamakan HUBOS menggunakan drum tiga ‘Hubophones’, alat perkusi instrumen baru, untuk memainkan lagu dari kelompok band legendaris tersebut.
Keempat robot digerakkan menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan. Meski tempo musiknya lambat, tapi suara yang dihasilkan sangat indah. Bahkan, keempat robot bermain musik persis seperti yang dilakukan manusia.
Robot ini memang diciptakan bisa berprilaku seperti manusia. Robot ini dibangun di Korea Advanced Institute of Technology (KAIST) bekerja sama dengan tujuh universitas lain di AS. Biaya pembuatan setiap robot US$ 300 ribu atau Rp 3 miliar.


Ilmuwan Menangkap Bintang Bernyanyi


Astrofisikawan dari University Birmingham dan sejumlah ilmuwan NASA telah menangkap suara bintang bernyanyi saat sedang mengukur perubahan kerlip cahaya yang datang dari bintang KIC 11026764, yakni sebuah bintang dengan julukan Gemma yang memiliki ukuran sekitar dua kali lipat dari matahari

Para ilmuwan tersebut menemukan bintang yang jaraknya 3.100 triliun mil dari Bumi itu, dan dapat bergetar seperti alat musik karena beresonansi dari permukaan ke inti bintang yang disebut dengan straquake.
Dengan menggunakan teknik astroseismologi para ilmuwan tersebut mampu mendeteksi kerlip cahaya yang disebabkan oleh starquakes dan merekonstruksi suara yang dihasilkan oleh bintang.

Dengung harmonis yang terdengar seperti hembusan angin tipis di atas mikrofon. Ini mengungkapkan informasi baru tentang struktur internal bintang, jelas Dr Bill Chaplin, seorang asteroseismolog di Universitas Birmingham yang merupakan salah satu peneliti bintang tersebut.

Dr. Bill mengatakan getaran ini dapat membantu astronom mempelajari lebih lanjut tentang ukuran, umur dan komposisi bintang lainnya.

“Pada dasarnya bintang beresonansi seperti sebuah alat musik raksasa. Bintang membuat suara alami tapi kita tidak dapat mendengarkannya karena harus melakukan perjalanan ke luar angkasa.
“Seperti alat musik, bintang-bintang tidak secara seragam solid sampai ke inti mereka, sehingga suara yang dihasilkan terjebak di dalam lapisan luar dan berosilasi di dalamnya.

“Kita dapat mendeteksinya secara visual dan dapat merekonstruksi suara yang dihasilkannya dari getaran”
Mengenai penelitian ini baru muncul enam bulan lalu setelah para ilmuwan dari Universitas Sheffield mereka harmoni musik yang menakutkan dipancarkan dari permukaan matahari.

Dr Chaplin bekerja dengan tim ilmuwan internasional dengan menggunakan data yang ditangkap oleh teleskop Kepler NASA.Para ilmuwan menemukan bahwa mereka juga menggunakan teleskop untuk mengambil perubahan lain dalam kerlip cahaya yang disebabkan oleh starquakes Hasilnya, kerlip bintang tersebut mirip seperti mempelajari cello dan biola, semakin besar bintang maka semakin rendah frekuensi getarannya, ini memungkinkan para ilmuwan untuk menghitung ukuran dan infromasi lainnya mengenai bintang tersebut.
Dengan cara tersebut, mereka juga berhasil menghitung umur Gemma lebih dari 5,94 miliar tahun, atau sekitar satu miliar tahun lebih tua dari umur matahari. 

Manfaat Bernyanyi bagi Bayi atau Anak


Menurut Kimberly Sena Moore, seorang terapis neurologis musik bersertifikasi dalam Psychology Today terdapat kaitan antara musik dan bayi yaitu bahwa musik memegang peranan besar dalam perkembangan bayi. Bahkan beberapa peneliti yakin bahwa bernyanyi adalah bentuk pembelajaran bahasa yang baik dan mampu mencegah gangguan keterlambatan berbahasa. Lebih jauh lagi ditemukan bahwa terdapat tipe komunikasi lebih baik saat bayi dihadapkan pada musik baik dalam bentuk saat berbicara langsung padanya, bersenandung, dan bermain diiringi nyanyian. Fenomena ini terjadi pada seluruh pengasuhan anak di setiap kebudayaan.

Bernyanyi yang dimaksud adalah musik atau lagu yang dihadapkan langsung pada bayi oleh seseorang di hadapannya. Penelitian yang dilakukan Sandra Trehub dalam salah satu ulasannya berjudul Musical Predisposistion in Infancy menghasilkan temuan:
-  Bayi yang lebih sering dihadapkan pada musik membantu mengoptimalkan level mood-nya dan kemampuan ekspresinya.
-    Mempererat ikatan emosional antara bayi atau anak dan pengasuh.
-   Gaya bernyanyi memperkaya kemampuan bayi beradaptasi, sehingga sangat bermanfaat bagi tumbuh kembangnya kemudian.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memaparkan lagu atau musik bagi bayi Anda adalah jangan memainkannya melalui headphone. Telinga bayi lebih sensitif dan memainkan musik langsung di telinganya berpotensi menyebabkan kerusakan dan berbahaya. Cara yang paling tepat memainkan musik pada anak adalah bernyanyi! Bahkan saat Anda merasa tidak bisa bernyanyi atau suara Anda sumbang atau fals tidaklah masalah! Bayi atau anak Anda tidaklah peduli. Mereka pasti menyukai suara Anda dan merasa lekat terhubung dengan cara Anda bernyanyi, tidak peduli apakah Anda memiliki kualitas vokal yang baik atau buruk. Selain itu, hal baik lain adalah memberikan rasa keamanan bagi sang bayi.
Kebiasaan bernyanyi dapat Anda lakukan saat sedang mengandung. Janin mulai memproses sinyal auditori (pendengaran) saat berusia 25 minggu. Ini salah satu alasan mengapa bayi yang baru lahir memilih mendengar suara ibunya, karena meraka sudah familiar sejak dalam kandungan. Kebiasaan bernyanyi satu atau beberapa lagu saat mengandung memiliki keuntungan saat bayi lahir ia sudah mengenal atau familiar dengan lagu tersebut. Anda dapat mencoba bernyanyi lagu yang sebelumnya sering Anda dendangkan saat hamil untuk menenangkannya atau menghantarkannya menjelang tidur. Anda juga dapat memasang musik (kaset, radio, CD atau lainnya) pada bayi, namun tidaklah memiliki efek yang sama dengan bernyanyi. Bernyanyi langsung adalah cara berkoneksi dengan bayi Anda, karena  memiliki elemen interaksi antar manusia dan memenuhi kebutuhan perkembangan kognisi, bahasa, dan emosional. Anda bisa menyanyikan lagu-lagu sederhana untuk anak-anak.

10 Manfaat Bernyanyi Bagi Kesehatan


Bagi orang yang hobi menyanyi, pasti merasakan manfaat bahwa menyanyi menyenangkan, mendatangkan energi positif dan menghilangkan ketegangan. Berkaraoke ternyata adalah salah satu resep paling murah untuk menjaga kesehatan. Ubah kehidupan menjadi lebih damai dan bahagia dengan 10 manfaat bernyanyi berikut.

 1. Menjadikan Pernapasan Lebih Baik
Saat bernyanyi Anda menggunakan seluruh tubuh untuk bernapas dengan lebih santai. Otot diafgragma akan melengkung ke bawah, paru-paru mengembang lebih lengkap. Otot perut yang lebih santai memungkinkan tubuh bernaps lebih aktif dan sehat.

2. Mengoksidasi darah
Ketika Anda menggunakan seluruh tubuh untuk bernapas, volume oksigen yang mengaliri seluruh tubuh akan makin besar. Sel-sel tubuh yang dialiri oksigen berfungsi lebih baik dan menciptakan energi baru bagi pemiliknya.

3. Merangsang aktivitas otak
Bernyanyi memerlukan pemikiran. Saat bernyanyi, Anda perlu mengikuti lirik, melodi dan irama, serta kata-kata yang menghubungkannya dengan emosi. Saat bernyanyi udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian neuron yang mengintegrasikan aktivitas fisik, emosional dan psikologis untuk merasa gembira.

4. Melepaskan hormon bahagia
Hormon endorfin yang dikeluarkan saat bernyanyi bermanfaat menciptakan rasa senang dan kebahagiaan dengan memicu saraf dan fisik. Suara indah Anda tidak hanya akan menghibur orang lain tetapi menciptakan rasa damai dan kebahagiaan.

5. Mengurangi stres
Ketika Anda merasa senang, tingkat stres menurun. Endorfin membantu mengurangi stres dan gelisah. Saat menyanyikan sebuah lagu dengan perasaan mendalam, tubuh bernapas lebih dalam dan memperlambat denyut jantung serta mengurangi kecemasan berlebihan. Saat stres, buang kepenatan dengan menyanyikan lagu-lagu kesukaan dan bergembiralah.

6. Membangun kepercayaan diri
Jika berbicara di depan umum masih merupakan ketakutan utama Anda, mulailah dengan bernyanyi di karaoke dengan sahabat dan orang terdekat. Bernyanyi membangun rasa percaya diri karena Anda menjadi orang yang sangat terbuka. Bila Anda telah berani berbagi suara dan musik, Anda akan lebih mudah mengatasi ketakutan Anda.

7. Meningkatkan memori
Bernyanyi membuat Anda sedikitnya harus membaca atau menghafal saat mempelajari melodi baru, lirik dan musik kompleks. Cara ini bagus merangsang wilayah otak yang terlibat dengan memori, belajar dan konsentrasi.

8. Meningkatkan kreativitas
Saat Anda membangun rasa percaya diri dan merangsang jiwa seni dengan bernyanyi secara bersamaan Anda juga menumbuhkan jiwa kreatif Anda. Anda akan keluar dari kotak dan menjadi seorang produktif dan inovatif.

9. Menciptakan suara yang bertenaga
Profesi pembicara, presenter, guru, pendeta atau dalam bisnis terkait penjualan akan mendapatkan keuntungan dari belajar menyanyi. Suara merupakan instrumen penting. Bernyanyi memberi Anda keahlian berbicara dengan suara bertenaga, kuat dan percaya diri yang terpancar dari suara. Semua manfaat itu bisa dirasakan dari teknik menyanyi yang benar.

10. Membuat Anda merasa fantastis
Bernyanyi menjadikan Anda memiliki rasa percaya diri, memegang kendali, lebih hidup secara fisik dan kreatif. Sehingga secara mental, fisik dan emosional Anda akan merasa sangat senang dan fantastis.