Showing posts with label 30. Show all posts
Showing posts with label 30. Show all posts

Saturday, May 5, 2012

Bob Marley


Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

6 Alat Musik Paling Kecil di Dunia


1. Gitar Berukuran 2 mikro
Nano Gitar sebutan dari gitar yang berukuran sangat kecil yaitu 2 mikrometer. Gitar ini dibuat oleh Dustin Carr and Harold Craighead seorang pelajar dari fakultas Nanofabrication universitas Cornell. Dan uniknya lagi antara senar gitarnya berjarak 50 nanometer.

2. Keyboard Berukuran 4 milimeter
Keyboard mini ini dibuat oleh Sega Toys Co pada tahun 2006 dengan ukuran 4 milimeter atau 0.16 inchi dengan 88 tombol nada dan mempunyai berat 2.5 kilogram.

3. Violin yang berukuran 1.6 inchi
Violi paling kecil ini dibuat oleh Eric Meissner pada tahun 1973 dan berfungsi baik sebagaimana dengan alat musik lainnya dan uniknya alat ini berukuran 1.6 inchi atau sekitar 4.1 cm

4. Harmonica berukuran 1.9 inci
Harpa mungil ini hanya mempunyai panjang 5 cm cukup dengan ukuran mulut untuk ditiup dan mempunyai lebar sekitar 1.5 cm. sebutan harpa mungil yang dikenal dengan “little lady ” buatan Jerman di tahun 1890 an.

5. Harpa Berukuran 150 atom
Harpa yang unik sekali dengan jarak antar senar 1 sampai 8 nanometer ini mampu menghasilkan suara seperti harpa yang lainnya, bahkan ini mempunyai kekuatan frekuensi sekitar 380 Mhz.

6. Saksopon berukuran 12 inci sekitar 30 cm
Saksopon paling kecil ini dengan nama” iccolo saksopon” dengan ukuran 12 cm sekitar 30 cm dan mempunyai tinggi kira-kira 13 inci.

Kepribadian Menurut Selera Musik


Selera musik dan tipe kepribadian ternyata berkaitan sangat erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri Anda. Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
Kepada BBC, North menggambarkan risetnya ini sebagai suatu hal yang mengejutkan dan signifikan. "Kami selalu menduga adanya hubungan antara selera musik dan kepribadian. Ini adalah untuk pertamakalinya bahwa kami telah berhasil menelitinya dalam detil yang nyata. Belum pernah ada satu pun yang meneliti dengan skala seperti ini sebelumnya," tegasnya.
Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal. "Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing," ungkapnya. North juga menyatakan riset ini akan sangat berguna bagi kepentingan marketing. "Jika Anda memahami selera musik seseorang, maka Anda akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa," tambahnya.
Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan Prof North, yang juga Dekan Fakultas Psikologi Heriot-Watt University, berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online.

Fakta -Fakta Unik Dari Dunia Musik


1. Judul Lagu Terpanjang
Tahukah Anda kalau ada satu lagu yang tercatat punya judul paling panjang dalam sejarah penciptaan lagu. Lagu itu berjudul I’m a Cranky Old Yank in a Clanky Old Tank on the Streets of Yokohama with my Honolulu Mama Doin’ Those Beat-o, Beat-o Flat-On-My-Seat-o, Hirohito Blues. Hoagy Carmichael yang menulis lagu ini di tahun 1943 akhirnya membongkar rahasia kalau lagu itu awalnya hanya berjudul I’m a Cranky Old Yank namun karena ingin membuat lelucon maka judul lagu itupun ditambah lagi dengan beberapa kata.

2. Musisi Peraih Grammy Awards Terbanyak
Michael Jackson tercatat sebagai musisi yang berhasil meraih piala Grammy terbanyak dalam sejarah. Hingga akhir hayatnya, ia berhasil mengumpulkan delapan piala bergengsi ini.






3. Komposisi Piano Terpanjang dalam Sejarah
Komposisi piano terpanjang dalam sejarah adalah komposisi karya Erik Satie yang berjudul Vexations. Ada 180 not dalam komposisi ini dan sesuai dengan urutan yang dibuat sang pencipta, lagu ini harus diulang sampai 840 kali. Vexations pertama kali dipentaskan pada bulan September 1963 di Pocket Theater, New York City dan memerlukan sepuluh pianis untuk menuntaskan lagu ini secara berantai.

4. Video Pertama yang Tayang di MTV
Video pertama yang ditayangkan di MTV adalah lagu 'Video Killed the Radio Star' milik Buggles yang diputar pada tanggal 1 Agustus 1981. Sekitar 16 tahun kemudian, pada tanggal 27 Februari 2000, MTV menayangkan lagi lagu Video Killed the Radio Star sebagai video kesatu juta yang mereka tayangkan.
Video ini juga jadi video nomor tiga yang paling sering diputar di MTV. Urutan pertama diduduki oleh Peter Gabriel lewat lagu Sledgehammer.

5. Hari Bersejarah bagi Lagu Kebangsaan Inggris
Tanggal 9 Februari 1909 tercatat sebagai hari bersejarah bagi lagu kebangsaan Inggris. Pada hari itu lagu 'God Save The King' dimainkan 17 kali berturut-turut oleh band militer Jerman di stasiun kereta api Rathenau, Brandenburg.
Alasannya, pada saat itu, Raja Edward VII yang seharusnya muncul dari dalam gerbong kereta sambil diiringi lagu ini ternyata mengalami kesulitan mengenakan seragam Field-Marshall Jerman dan band militer Jerman terpaksa harus mengulang lagu ini sampai Raja Edward VII muncul.


6. Video Klip Pertama dari Musisi Kulit Hitam
Video klip lagu Billie Jean milik Michael Jackson tercatat sebagai video klip pertama dari musisi berkulit hitam yang ditayangkan MTV.




7. Rockstar Pertama yang Ditangkap di Atas Panggung
Jim Morrison adalah vokalis band The Door yang tercatat sebagai rockstar pertama yang ditangkap polisi saat sedang berada di atas panggung.

Monday, April 30, 2012

John Mayer


John Clayton Mayer (lahir di Bridgepnrt, Connecticut, USA pada tanggal 16 Oktober 1977; umur 33 tahun) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Amerika Serikat. Dia belajar di Barkeley College of Music sebelum pindah ke Atlanta, Georgia. Dia berkarier di dunia musik sejak tahun 1998.
            Pengalaman musiknya sudah dimulai waktu kecil dimana John mulai mendengarkan lagu2 Pop. Tapi John merasa kurang puas mendengarkan lagu2 Pop saja. Bahkan kadang John terkesan “maksa” untuk menyukai lagu2 yang didengarnya di MTV. Namun ketika John berumur 13 tahun, tetangganya memberikan sebuah kaset Stevie Ray Vaughan kepadanya. Disinilah titik awal perjalanan John ke dalam musik Blues. Musik dari SRV memberikan John inspirasi dan motivasi untuk bermain gitar. Lalu dia memohon kepada ayahnya untuk memberikan sebuah gitar elektrik. Setelah berlatih selama dua tahunan, pada umur 16 tahun, John memulai karir musiknya. John mulai bermain di klub Blues setempat selama masa sekolahnya. Pada umur 18 tahun, John mulai bermain bersama sebuah band sekolah yang bernama Villanova Junction dengan Joe Beleznay, Tim Procaccini, dan Rich Wolf. Tapi band tersebut tidak bertahan lama. Setelah itu, John mulai bekerja di pom bensin setempat. John Mayer berkata “This job is important because it’s going to kill off all the brain cells that are going to tell you not to do the stupid things coming up.”
            Kemudian pada umur 19 tahun, John Mayer memasuki masa kuliah dengan mendaftarkan diri di Berklee College Of Music. Tetapi setelah berkuliah selama beberapa bulan, John drop out karena dia merasa lebih tertarik untuk menulis dan memainkan lagu daripada mempelajarinya. John memilih Atlanta, Georgia untuk memulai karir musik profesionalnya. Disana John mulai menulis lagu sendiri dan memainkannya di klub2 setempat dimana dia mendapatkan sambutan hangat. Untuk memperluas popularitasnya, John mengizinkan pengunjung2 yang hadir di pertunjukkannya itu, untuk merekam lagu2 yang dia mainkan dan di posting ke web. John juga mulai mencari2 perusahaan rekaman dengan mengirimkan demo2 lagu yang dia tulis sendiri.
            Pada tahun 1999, John Mayer merilis sebuah album indie yang berjudul “Inside Wants Out” yang dia jual di pertunjukkannya. Pada bulan Maret di tahun yang sama, John muncul di sebuah festival musik di Austin, Texas, dimana disana dia menarik perhatian eksekutif rekaman dari Columbia Records, yang memberikan kontrak rekaman di perusahaan Aware Records.
            Setelah mendapatkan kontrak profesionalnya yang pertama, John mulai mempersiapkan album perdananya. Untuk album pertamanya, John bekerja sama dengan John Alagia yang memproduksi album2 untuk Dave Matthews, dan Ben Folds. Sebagian dari lagu2 dialbum ini diambil dari album “Inside Wants Out” seperti “Neon”, “Back To You”, “No Such Thing” dan “My Stupid Mouth”. (* Meskipun “Inside Wants Out” boleh dibilang sebagai album perdana, “Room For Squares” merupakan album perdananya secara profesional *).
            Pada tahun 2001, album barunya di rilis sebagai album indie yang berjudul “Room For Squares” .4 bulan kemudian, album ini dirilis ulang oleh Columbia Records dengan packaging baru dan bonus CD). Album ini mendapatkan review yang bagus. Salah satu penulis di majalah Rolling Stones memuji album ini dengan komentar “instantly likable and accessible”. John mengambil ilham nama “Room For Squares” berdasarkan album jazz Hank Mobley yang berjudul “No Room For Squares”. Alasan memilih judul tersebut dijelaskannya seperti ini “It made sense to me because I feel unsteady in coolness.”
            Dari titik ini, John Mayer terus menanjak ke atas. Untuk mempromosikan album “Room For Squares”, John mengadakan tur konser. Salah satu yang terekam adalah “Any Given Thursday” dimana John bermain di Birmingham. John juga memberikan penghormatannya kepada idola gitarnya Stevie Ray Vaughan dengan memainkan versi pendek dari lagu yang berjudul “Lenny”. Kerja keras John dalam album “Room For Squares” ini membuahkan sebuah Grammy Award untuk lagu “Your Body Is A Wonderland” sebagai Best Male Pop Vocal Performance di tahun 2003. John juga dinominasikan sebagai Best New Artist tapi tidak menang.

Birdman in Lisbon



Claudio Montuori adalah musisi jalanan di Roma, Italia dengan gaya yang sangat khas yang bernyanyi dan bermain dipengaruhi oleh musik suku Afrika. Walaupun ia hanya seorang musisi jalanan, tetapi ia memiliki bakat yang luar biasa 

Kevin Skinner (America’s Got Talent ) “Si Penangkap Ayam”



Mungkin bagi  yang sempat menonton acara America’s Got Talent yang ditayangkan oleh Indosiar, maka mungkin anda akan melihat aksi dari si Kevin Skinner. Kevin adalah seorang pemuda yang berasal dari Kentucky sehingga ia memiliki aksen khas yang di Amerika sendiri dikenal sebagai "aksen anak kampung". Kevin bekerja sebagai penangkap ayam di sebuah peternakan, dan karena kejujurannya dan penampilannya ia sempat menjadi bahan tertawaan oleh penonton dan juri, ia hadir diacara itu dengan memakai celana jeans, dipadu dengan jaket tebal dan topi yang dipakai terbalik. Namun lihat apa yang terjadi setelah ia melakukan penampilannya, saat ia mulai memetik gitar dan mulai menyanyi semua hening dan tak bergeming mendengar nyanyiannya, tak ada yang menyangka Kevin sanggup bernyanyi seindah itu. Bahkan salah satu juri dengan jujur mengakui ia tadinya menyangka Kevin hanya akan membuat kekacauan di acara tersebut, tapi semua terbalik dan pujian serta standing applause yang didapatkan. Bahkan ia tetap dengan rendah hati menunduk kearah penonton dan juri.

Coldplay's Fix You - Music Matters for Japan



Lagu ini dinyanyikan oleh artis-artis papan atas dari seluruh dunia  seperti Simple Plan , dan tak kalah juga ada perwakilan band Disconected dari Bandung, Indonesia yang menyumbang lagu ini sebagai rasa peduli terhadap  Jepang pada saat gempa. 

10 Manfaat Mendengarkan Musik


Musik adalah bahasa jiwa, praktisi medis profesional telah merekomendasikan musik untuk kesehatan dan menenangkan jiwa.  Sebuah studi terbaru menyimpulkan bahwa mendengarkan musik memiliki efek kesehatan yang positif pada orang-orang dari segala usia.
            Manfaat terapi musik dapat ditelusuri kembali pada waktu dulu untuk ritual perdukunan kuno.  Musik, sebagai alat penyembuhan diakui dalam tulisan-tulisan Pythagoras, Aristoteles dan Plato.  Mereka percaya bahwa hal itu dapat mempengaruhi fisik, emosi, kognitif dan menenangkan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup.  Berikut adalah manfaat kesehatan musik dijelaskan secara rinci:
   1. Pembunuh rasa sakit : Musik memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit melalui                   pelepasan endorfin yang bertindak sebagai pembunuh rasa sakit alami.  Hal ini juga dapat mengalihkan perhatian dari rasa sakit dan mendorong relaksasi.  Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nursing next, mendengarkan musik sehari-hari dapat mengurangi sakit kronis hingga 21 persen.  Studi ini juga menemukan bahwa mendengarkan musik membuat orang merasa mengendalikan rasa sakitnya, depresi berkurang, dan membuat orang merasa kurang dinonaktifkan oleh kondisi mereka.
   2. Mengurangi Stres : Stres telah dikaitkan dengan banyak penyakit, termasuk penyakit mental beberapa yang tampaknya hanya terjadi pada orang dengan tingkat stres sangat tinggi.  Dalam penelitian yang dilakukan, subyek di perdengarkan  musik setengah jam-musik menenangkan dua kali sehari selama dua minggu.  Hal ini menunjukkan pengurangan signifikan lebih besar pada tingkat stres dan kecemasan dalam study.
   3. Manfaat kardiovaskular : Mendengarkan musik bisa menenangkan jiwa dan juga membantu mengurangi denyut jantung dan tekanan darah.  Akibat dari tekanan darah rendah, juga mengurangi risiko stroke dan masalah kesehatan lainnya dari waktu ke waktu.  Dalam sebuah studi baru Italia, peneliti menemukan bahwa orang dengan hipertensi ringan (tekanan darah tinggi) yang mendengarkan musik klasik, Celtic atau India hanya 30 menit sehari selama satu bulan memiliki pengurangan yang signifikan pada tekanan darah mereka.  Musik yang baik membantu untuk menenangkan sel-sel dan jaringan yang membentuk paru-paru sehingga menurunkan pasien bernapas dan denyut jantung normal.
   4. Merangsang sel-sel otak : Penelitian telah menunjukkan bahwa musik dengan beat yang kuat dapat merangsang gelombang otak untuk beresonansi sinkron, jantung berdetak lebih cepat dan membawa konsentrasi berpikir lebih tajam serta lebih waspada.  Di sisi lain, mendengarkan musik klasik menenangkan dan meningkatkan kemampuan untuk fokus untuk waktu lebih lama dan mempromosikan keadaan tenang seperti meditasi.  Ini membawa rasa kesejahteraan dan kreativitas, perubahan berlangsung lebih lama setelah musik berhenti bermain.
   5. Meningkatkan kinerja berolahraga : Mendengarkan musik sambil berolahraga mungkin memiliki dampak yang cukup besar pada kinerja latihan Anda dan komitmen.  Musik mengalihkan perhatian Anda dalam latihan berulang-ulang sehingga perasaan kelelahan, dan kebosanan dapat dihindari.  Musik juga dapat bertindak sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kinerja Anda.  Respirasi dan irama jantung meningkat dari musik yang dapat membantu Anda mengintensifkan latihan Anda.  Senam Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005, mendengarkan musik sambil berolahraga berat badan peserta turun dan membantu tetap berkonsisten.
   6. Tidur nyenyak : Mendengarkan musik saat kita tidur jiwa Anda terasa dalam kondisi sehat karena menghilangkan efek stres, depresi dan kecemasan.
   7. Meningkatkan optimisme : Depresi menyebabkan orang merasa lemah, kebingungan sakit kepala, dan kehilangan konsentrasi.  Musik juga dapat digunakan untuk keadaan berpikir positif, membantu menjaga depresi.  Musik yang baik juga untuk mengingat memori bahagia atau hari yang baik.  Hal ini juga meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri.
   8. Membantu penyembuhan Kanker : Penelitian menunjukkan bahwa musik mungkin menawarkan sejumlah manfaat bagi orang-orang yang mengindap kanker.  Musik dapat mengurangi kecemasan pada pasien yang menerima terapi radiasi, serta mual dan muntah akibat kemoterapi dalam dosis tinggi.
   9. Membantu bersosialisasi : Musik adalah cara yang bagus untuk berbagi semangat yang sama dengan sesama.  Ini membantu Anda untuk bertemu orang baru, bersosialisasi dan memberikan Anda rasa memiliki.
   10. Membantu kesehatan rohani : Ada hubungan yang unik antara musik dan spiritualitas.  Menyanyi membantu orang  dalam cara berdoa dan membuat mereka merasa lebih dekat dengan Tuhan. 

Musik Reggae


Musik Reggae
            Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
            Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes) , memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.
             Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.
            Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.



Jamaika
            Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.
            Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.
            Musik reggae sendiri pada awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Inilah yang menyebabkan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal dan lirik-lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia yang juga mempengaruhi banyak musisi dunia lainnya, otomatis mengakibatkan aliran musik satu ini menjadi barang konsumsi publik dunia. Maka, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagunya pun menjadi konsumsi publik. Dalam kata lain, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.
            Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri ini, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. Tinggal bagaimana para pengamat social dan juga para anggota komunitas itu memahami diri dan kultur yang dipilihnya, agar tidak terjadi penafsiran keliru yang berbahaya bagi mereka. Penggunaan ganja adalah salah satu contohnya, di mana reggae tidak identik dengan ganja serta rastafarianisme pun bukanlah sebuah komunitas para penghisap ganja.


            Sebuah lagu dari “Peter Tosh” (nama aslinya Peter McIntosh), pentolan The Wairles yang akhirnya bersolo karier. Dalam lagu ini, Peter Tosh menyatakan dukungannya dan tuntutannya untuk melegalkan ganja. Karena lagu ini, ia sempat ditangkap dan disiksa polisi Jamaika.
            Menurut sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut “Burru” yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut “talking drums” (drum yang bicara) yang asli dari Africa Barat. “Jonkanoo” adalah musik budaya campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum, rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker, scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing, Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat “bop”. Ska kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian “skankin” pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai pencipta “ska”. Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya pada pertengahan 60an memunculkan “Rock Steady” yang punta tune bass berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

“Reggae & Rasta”
            Bob Marley tentunya adalah bimtang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley. Ditambah lagi dengan hadirnya “The Harder they Come” pada tahun 1973, Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music, musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta, menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

“Apa sih Reggae”
            Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang ‘berkotbah’ dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika), pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan aspek politis Rastafarinya. “Reg-ay” bisa dibilang muncul dari anggapan bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul Amerika namun dengan ritem yang ‘dibalik’ dan jalinan bass yang menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska & rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika - Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi ‘lubang - lubang’ iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer, permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

“Tidak asli Jamaika”
            Reggae memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu, Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai, kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

“It’s Influences”
            Saat rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees. Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari dunia tersendiri. Budaya ‘Dancehall’ Jamaika yang menonjol plus sound system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan yang luar biasa.Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.