Showing posts with label Yohanes. Show all posts
Showing posts with label Yohanes. Show all posts

Saturday, April 28, 2012

Musik Rock


Musik rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun 40 dan 50-an serta berbagai pengaruh lainnya. Selanjutnya, musik rock juga mengambil gaya dari berbagai musik lainnya, termasuk musik rakyat (folk music), jazz dan musik klasik.
Bunyi khas dari musik rock sering berkisar sekitar gitar listrik atau gitar akustik, dan penggunaan back beat yang sangat kentara pada rhythm section dengan gitar bass dan drum, dan kibor seperti organ, piano atau sejak 70-an, synthesizer. Disamping gitar atau kibor, saksofon dan harmonika bergaya blues kadang digunakan sebagai instrumen musik solo. Dalam bentuk murninya, musik rock "mempunyai tiga chords, bakcbeat yang konsisten dan mencolok dan melody yang menarik".
Pada akhir tahun 60-an dan awal 70-an, musk rock berkembang menjadi beberapa jenis. Yang bercampur dengan musik folk (musik daerah di amerika) menjadi folk rock, dengan blues menjadi blues-rock dan dengan jazz, menjadi jazz-rock fusion. Pada tahun 70an, rock menggabungkan pengaruh dari soul, funk, dan musik latin. Juga di tahun 70an, rock berkembang menjadi berbagai subgenre (sub-kategori) seperti soft rock, glam rock, heavy metal, hard rock, progressive rock, dan punk rock. Sub kategori rock yang mencuat ditahun 80an termasuk New Wave, hardcore punk dan alternative rock. Pada tahun 90an terdapat grunge, Britpop, indie rock dan nu metal.
Sebuah kelompuk pemusik yang mengkhususkan diri memainkan musik rock dijuluki rock band atau rock group (grup musik rock). Rock group banyak yang terdiri dari pemain gitar, penyanyi utama (lead singer), pemain gitar bass, dan drummer (pemain drum), membentuk sebuah quartet. Beberapa group menanggalkan satu atau dua posisi di atas dan/atau menggunakan pennyanyi utama sebagai pemain alat musik disamping menyanyi, membentuk duo atau trio. Group lainnya memiliki pemusik tambahan seperti dua rhythm gitar dan atau seorang keyboardist (pemain kibor). Agak lebih jarang, penggunaan alat musik bersenar seperti biola, cello atau alat tiup seperti saksofon, trompet atau trombon.

Delon


Stanislaus Alexander Liauw Dalon Thamrin lebih dikenal sebagai Delon Thamrin, dikenal sebagai penyanyi yang tumbuh dari ajang adu bakat Indonesian Idol pertama (2004). Pria kelahiran 20 Mei 1978 itu, menduduki posisi kedua, setelah kalah unggul dengan Joy Tobing.

Namun Delon, demikian biasa dipanggil, akhirnya menjadi pemenang Indonesian Idol beberapa bulan kemudian. Hal ini setelah Joy Tobing memutuskan untuk keluar dari manajemen artis IP (Indomugi Pratama) sebagai pihak manajemen yang ditunjuk oleh FreMantle Media selaku pemegang brand Indonesian Idol bersama dengan RCTI, BMG dan IP Manajemen. Proses keluarnya Joy berlangsung secara alot dan penuh 'konflik'.

Setelah Indonesian Idol, Delon pun berkesempatan merilis album, di antaranya, album perdananya BAHAGIAKU yang kemudian mendapatkan double platinum dalam waktu dua bulan setelah peluncurannya. Menyusul album keduanya, THE SWEETEST GIFT FROM DELON yang bertema hari Natal, single Terjaga Di Setiap Mimpi pada album PORTRAIT OF YOVIE, single Kokoronotomo duet dengan Mayumi Itsuwa pada album BEST DUET LOVE SONG, single Satu Hanya Kamu duet dengan Pingkan Mambo di album terbaru Pingkan, dan soundtrack untuk film VINA BILANG CINTA. Selain itu Delon juga banyak membintangi iklan, bermain sinetron dan film layar perak.

Debut akting Delon lewat film layar lebar yang dibintanginya bersama aktris Rachel Maryam, dalam VINA BILANG CINTA (2005).

Penyanyi yang pernah digosipkan dengan artis cantik Sandra Dewi kembali meluncurkan album terbarunya pada Februari 2008. Album ketiga Delon diberi tajuk PERASAANKU. Selain lagu Terbalik, di album ini Delon juga menjagokan lagu Indah Pada Waktunya yang berduet dengan Irene, pemenang ajang kontes bernyanyi Duet Bareng Delon.

Vina Panduwinata


Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata (lahir di Bogor, Jawa Barat, 6 Agustus 1959; umur 52 tahun; tinggi badan 157 cm; lebih dikenal dengan nama Vina Panduwinata) adalah salah satu diva musik pop Indonesia. Lagunya yang terkenal adalah Burung Camar.
Vina dibesarkan dalam keluarga pecinta musik. Bakat menyanyi Vina menurun dari sang ibu yang berdarah Ambon - Manado, Albertine Supit. Sejak kecil Vina seringkali berpindah-pindah negara mengikuti tugas ayahnya, R Panduwinata, sebagai diplomat. Masa sekolah dasar Vina habiskan di Bogor dan New Delhi, India. SMP dia habiskan di Bogor dan Wassenaar, Belanda. Saat memasuki sekolah menengah atas, Vina pindah ke Jerman Barat. Di sana, anak kedelapan dari 10 bersaudara ini sempat belajar selama empat tahun di Sekolah Musik Yamaha. Vina pun pernah membuat rekaman single di perusahaan rekaman RCA Hamburg, Jerman, yaitu Java dan Single Bar (1978) dan Sorry Sorry dan Touch Me (1979).
Pada tahun 1981, wanita berdarah Sunda-Manado-Ambon ini kembali ke Indonesia dan bertemu dengan musisi Mogi Darusman yang tertarik dengan karakter vokal Vina dan mengenalkannya pada berbagai perusahaan rekaman. Akhirnya Jackson Records yang tertarik membuatkan album untuk Vina. Album perdananya di bawah Jackson Records bertajuk Citra Biru (1981). Album yang memuat lagu "Citra Biru" itu memperkenalkan nama Vina di belantika musik Tanah Air.
Album kedua dirilis setahun kemudian bertajuk Citra Pesona (1982) melibatkan pencipta lagu seperti Dodo Zakaria, James F Sundah, plus penata musik Addie M.S. Album yang mulai melambungkan nama Vina itu berisi lagu antara lain "September Ceria", "Dunia yang Kudamba", "Resah", dan "Kasmaran". Album ketiga Citra Ceria (1984) pun berhasil merengkuh simpati dengan lagu "Di Dadaku Ada Kamu", "Duniaku Tersenyum", dan "Di antara Kita". Lewat albumnya Burung Camar (1985), namanya semakin mencuat. Lagunya dengan judul yang sama dalam album tersebut menjadi icon dirinya, dengan sebutan 'Vina si Burung Camar'.
Di luar album, Vina berjaya di ajang festival. Tiga kali berturutan ia mendapat gelar penyanyi berpenampilan terbaik pada Festival Lagu Populer Nasional. Tahun 1983 ia menang lewat lagu "Salamku Untuknya" ciptaan Adji Soetama dan Irianti Erningpradja. Kemudian "Aku Melangkah Lagi" (Santoso Gondowidjojo, 1984), serta "Burung Camar" (Aryono Huboyo Djati dan Iwan Abdulrachman, 1985).
Tahun 1987 Vina tetap prima lewat album Cium Pipiku yang memuat lagu populer seperti "Cium Pipiku", "Surat Cinta", "Biru", dan "Logika". Era 1990-an, Vina tetap populer lewat lagu seperti "Rasa Sayang Itu Ada" pada 1991. Tahun 1992 keluar single "Mutiara yang Hilang" yang pernah dipopulerkan Ernie Djohan pada akhir 1960-an. Vina juga berduet dengan Broery Pesulima lewat lagu "Bahasa Cinta". Vina juga memopulerkan lagu ciptaan Loka M Prawiro, "Aku Makin Cinta". Bahkan lagu tersebut menjadi jingle iklan sebuah merek sabun colek.
Setelah malang melintang di dunia musik tanah air selama 25 tahun dan menelurkan belasan album, Vina menggelar Konser Tunggal bertajuk Viva Vina pada 18 Februari 2006. Dalam konser yang juga dihadiri pesohor seperti Guruh Soekarnoputra, maestro Idris Sardi, Titiek Puspa dan diva Malaysia, Sheila Majid, Vina membawakan 23 lagu selama 3 jam pergelaran. Dalam konser yang didukung oleh konduktor piawai, Addie M.S., hampir semua pencipta lagu-lagu Vina berkumpul. Di antaranya Oddie Agam, Randy Anwar, Aminoto Kosim, James F. Sundah, Deddy Dhukun, Adjie Soetama, dan Fariz RM. Setelah sukses menggelar konser tunggal, Vina kembali mengeluarkan album The Best berisi lagu-lagu hit dari 1981-2006. Dalam album ini, Vina memilih lagu berjudul "Sejujurnya", sebagai single albumnya.
Perjalanan panjang bermusik Vina menjadi lengkap saat Anugerah Musik Indonesia (AMI) memberi penghargaan Lifetime Achievement 2006. Vina mendapatkan penghargaan tersebut atas dedikasi dan prestasinya sepanjang hidupnya yang diperuntukan bagi musik. Selain itu, saat ini Vina aktif sebagai juri di Indonesia's Got Talent di Indosiar.

Dewi Sandra


Dewi Sandra Killick (lahir di Brasil, tanggal 3 April 1980) adalah pemeran, presenter dan penyanyi Indonesia. Dewi memiliki darah campuran Inggris dan Indonesia serta tetap berkewarganegaraan Indonesia. Suami pertamanya adalah seorang aktor bernama Surya Saputra. Mereka kemudian bercerai dan Dewi kemudian menikah dengan penyanyi Glenn Fredly pada tanggal 3 April 2006, dan pada tahun 2009, Glenn Fredly menggugat cerai Dewi Sandra.
Karier
Dewi memulai kariernya di dunia hiburan sebagai model di usia belasan tahun. Tak hanya dunia model, Dewi kemudian merambah dunia tarik suara dengan meluncurkan album Menari-nari bersama delapan model lainnya. Merasa albumnya mendapat tanggapan positif dari pasar, Dewi merilis album solo perdananya Kurasakan di tahun 1998. Disusul album kedua Tak Ingin Lagi (2000) .yang berhasil meraih penghargaan AMI Awards sebagai Album R&B Terbaik 2001.
Selain menyanyi, putri pasangan John Killick (Inggris) dan Prihatini Killick (Betawi) ini juga menjajal kemampuannya sebagai presenter. Kepiawaiannya memandu acara Clear Top 10, membawa Dewi meraih penghargaan sebagai Pembawa Acara Musik Wanita Terfavorit Panasonic Awards, selama 5 tahun berturut-turut, dari tahun 1999-2003.
Wanita dengan tinggi 165 cm ini butuh dua tahun untuk menyelesaikan album ketiganya, Kuakui yang dirilis pada tahun 2004. Album ketiga Dewi masih seperti dua album sebelumnya, beraliran R&B. Namun kali ini Dewi memasukkan unsur etnik dalam album rekamannya. Sebut saja adanya unsur musik gamelan Jawa dan Bali. Selain album, tahun 2004 Dewi juga mengejutkan publik karena bersedia menjadi model di majalah FHM (For Him Magazine). Dalam edisi 6 Januari 2004, FHM memang menampilkan tujuh foto Dewi dengan pose hanya mengenakan pakaian dalam menerawang, bahkan salah satu fotonya hanya menampilkannya memakai sportbra dan celana sport mini.
Tahun 2007, Dewi kembali mengeluarkan album keempatnya, bertajuk Star. Menurutnya album ini merupakan album yang disebutnya ‘mengeluarkan segala karakter di diri gue’. Dalam album terbarunya itu, Dewi bereksperimen dengan lagu-lagu yang berbeda, mulai dari lagu yang up-beat seperti dalam single pertamanya I Love You hingga ballad dalam single keduanya Cinta Lama, sesuai dengan suasana hati yang dirasanya. Di album ini, Dewi juga berduet dengan Rayen, personil grup vokal Pasto dalam lagu Buktikan.
Tahun 2008, Dewi kembali menjalankan aktivitas sebagai presenter dalam Indonesian Idol. Dewi juga bermain dalam film XL, Antara Aku, Kau dan Mak Erot dan mengisi soundtrack berjudul Bercinta. Dewi juga kembali mengisi theme song Euro 2008 dalam lagu Play yang menampilkan artis Luna Maya dan Sandra Dewi.

Anggun C. Sasmi


Anggun Cipta Sasmi (lahir di Jakarta, 29 April 1974; umur 34 tahun) adalah penyanyi Indonesia yang sekarang memiliki kewarganegaraan Perancis. Hingga saat ini ia masih satu-satunya penyanyi Indonesia yang berhasil menaklukkan pasar musik dunia. Saat ini ia bermukim di Paris, Perancis dan Montreal, Kanada untuk melanjutkan karir internasionalnya. Hingga tahun 2005, ia telah sukses menjual sebanyak 12 juta kopi album internationalnya di seluruh dunia, menjadikannya artis Asia paling sukses di luar Asia.

Masa kecil dan karir di Indonesia

Anggun merupakan putri dari pasangan Darto Singo, seorang seniman Indonesia, dengan Dien Herdina, sorang ibu rumah tangga berdarah Keraton Yogyakarta. Anggun menempuh pendidikan dasarnya di sebuah sekolah Katolik di Jakarta, walaupun Anggun adalah Muslim. Anggun hidup dalam keluarga yang penuh seni. Sejak usia 7 tahun Anggun digembleng latihan vokal setiap hari oleh ayahnya. Anggun diajarkan berbagai latihan teknik vokal dengan penuh disiplin. Ibunya kemudian bertindak sebagai manajer dan bertugas menerima order menyanyi untuk Anggun. Pada usia 9 tahun, Anggun mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dan mulai merekan album anak-anak.

Karir Internasional

Anggun memulai karir intenasionalnya di usia 19 tahun pada tahun 1994. Setelah menjual perusahaan rekamannya dan meninggalkan segala popularitas yang dimilikinya di Indonesia. kemudain Anggun menetap di London, Inggris selama setahun. Lama-kelamaan Anggun sadar bahwa karirnya takkan berkembang di inggris akhirnya anggun memutuskan untuk berhijrah ke Belanda, dimana banyak orang Indonesia yang menetap. Namun Di perjalanan menuju Belanda, Anggun singgah dulu di Paris, Perancis, kampung halaman suaminya, Michel de Ghea. kemudian, Anggun akhirnya membatalkan niatnya ke Belanda lalu menetap dan memulai karir di Perancis.
Pada tahun 1996, akhirnya Anggun berhasil bertemu dengan Erick Benzi, salah seorang produser besar Perancis yang pernah menangani album sejumlah penyanyi terkenal seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman, Jhonny Hallyday dan lainnya. Benzi pun terpikat oleh kemampuan vokal Anggun, dan menawarkannya rekaman album solo di Perancis. Setelah mempelajari bahasa Perancis di Alliance Français selama sebulan, Anggun dan Benzi mulai membuat rekaman album.
Setelah rekaman itu selesai, Sony Music France pun tertarik dan merekrut Anggun sebagai artis rekaman mereka. Tidak hanya itu, Anggun pun dikontrak dalam 2 album, yaitu album berbahasa Perancis dan album berbahasa Inggris.
24 Juni 1997 merupakan tanggal keramat bagi Anggun ketika album pertamanya Au Nom de la Lune (Atas Nama Bulan) dilepas ke pasaran Perancis. Single pertama Anggun, "La Neige au Sahara", mendapat tempat di hati peminat musik Perancis bahkan hingga Belgia, Swiss, dan Kanada. Single ini tercatat sebagai lagu yang paling sering diputar di radio-radio Perancis tahun 1997 dan menjadi salah satu Hit Summer '97. Album yang memuat elemen pop ditambah bunyi-bunyian instrumen tradisional Indonesia (tambur, seruling, kemiri) ini berhasil mereguk sukses dengan penjualan lebih dari 150.000 kopi di Perancis, menjadikannya seorang artis berbangsa Indonesia pertama yang berhasil meletakkan nama sejajar dengan artis-artis Perancis yang ada.
Tahun berikutnya, Anggun meluncurkan album berbahasa Inggris pertamanya, Snow on the Sahara. Album ini dirilis di lebih dari 33 negara di Eropa, Asia, dan Amerika. Khusus untuk Jepang, Indonesia dan Malaysia, album ini dirilis dalam edisi spesial bertajuk Anggun (Di Indonesia disertai dengan single berjudul "Kembali"). Single Snow on the Sahara pun seketika menjadi hits besar. Single ini melayang hampir seluruh tangga lagu di Eropa sepanjang 1998 hingga 1999. Single ini sempat mencapai posisi 1 di Italia, Spanyol dan beberapa negara di kawasan Asia Timur. Di Eropa, single ini bahkan berhasil menduduki Top 5 pada UK Club Charts, Inggris.
Di Amerika Serikat, Snow on the Sahara dirilis pada Mei, 1998 oleh Epick Record. Kiprah Anggun di Amerika Serikat dimulai saat ia tampil di acara TV Rossie O'Donnel Show. Anggun juga tampil di acara New York Session West 54th [3][4] dan dikupas sejumlah media diantaranya CNN, Billboard, dan Rollingstone. Anggun juga diundang oleh Sarah McLachlan untuk tampil di panggung Lilith Fair, festival musik wanita berkeliling Amerika dan menjadi satu-satunya penyanyi Asia yang mendapat kehormatan tampil pada acara Divas Live di Las Vegas. Meskipun demikian, Snow on the Sahara tidak meraih kesuksesan yang berarti di Amerika dan terjual sebanyak 200.000 kopi saja. Namun, Anggun berhasil membuat sejarah dengan menjadi artis Asia pertama yang menembus tangga lagu Billboard di posisi #16 (disusul 7 tahun kemudian oleh Utada Hikaru). Sementara album Snow on the Sahara sendiri berada di posisi #23 Billboard Heat Seekers Charts.
Album Snow on the Sahara telah sukses meraih sejumlah platinum di beberapa negara dengan total penjualannya melebihi angka 1 juta kopi di seluruh dunia, menjadikan Anggun sebagai artis Asia dengan penjualan album paling tinggi di luar Asia (rekor yang masih dipegang Anggun hingga saat ini). Snow on the Sahara juga menjadi album tersukses Anggun sepanjang karirnya.

Kehidupan pribadi

Anggun menikah muda dengan Michael de Gea, seorang warga negara Perancis pada tahun 1992. Konon pernikahan ini kurang disetujui oleh pihak keluarganya karena perbedaan usia yang besar. Bersama Michel, Anggun kemudian hijrah ke Eropa untuk mewujudkan mimpinya. Pasangan ini lalu menetap di London (sejak 1995), lalu di Paris. Namun sayangnya setelah 7 tahun, pernikahan ini kandas pada tahun 1999.
Pada tahun 2003 Anggun bertemu dengan Olivier Maury, seorang sarjana politik Kanada. Hubungan ini berlanjut ke jenjang perkawinan pada tahun berikutnya melalui upacara sederhana di Bali. Maury kemudian menjadi manajernya. Namun demikian semenjak pertengahan 2006 hubungan keduanya juga berakhir dalam perceraian.
Sejak 8 November 2007, Anggun dikarunia seorang anak perempuan yang dinamai Kirana dari hubungannya dengan Cyril Montana. Seorang penulis Perancis.
Untuk urusan agama, dengar-dengar mbak Anggun adalah salah satu penganut Pluralisme. Yaitu, orang yang mencampurkan berbagai agama karena menganggap kalau semua agama itu sama baiknya. Dan kabarnya sekarang ini dia sedang mempelajari agama budha dari temannya yang juga dari Indonesia.

Tapi, di luar semua itu. Musisi yang satu ini memang patut untuk dibanggakan. Karena, Anggun telah mengangkat nama baik indonesia ke kancah internasinal dengan prestasinya di dunia musik. ya, meskipun dia telah melepas kewarganegaraan indonesia-nya. Tapi Anggun tetap dikenal dengan image nasionalismenya, dan itu bisa kita lihat dari rambut panjang dan hitam milik mbak Anggun yang menjadi ciri khas seorang wanita Indonesia. Pada album-album miliknya pun juga masih mempunyai lagu yang berbahasa Indonesia dan musiknya menggunakan musik tradisional indonesia. dan, Dialegnya ketika berbahasa indonesia, tidak ia campurkan dengan bahasa inggris ataupun bahasa perancis, meskipun mbak Anggun fasih untuk kedua bahasa tersebut

Krisdayanti


Krisdayanti, artis multitalenta ini lahir di Malang, 24 Maret 1975 berprofesi sebagai pemain sinetron sekaligus penyanyi indonesia. Krisdayanti sendiri adalah adik kandung dari penyanyi senior Yuni Shara dan anak dari pasangan Trenggono dan Rachma Widadiningsih. Karir yanti terbilang sukses, karena tidak hanya tarik suara saja yang ia geluti melainkan dunia akting juga ikut andil dalam melambungkan namanya di jagat hiburan tanah air ini.

Karir KD dimulai ketika dirinya berusia 9 tahun, saat itu KD yang memang hobi menyanyi dan beraksi di depan kamera ini diberi kesempatan untuk mengisi lagu pengiring pada film megaloman. Saat itu karirnya sudah terlihat di dunia hiburan ini. Dibuktikannya ketika 3 tahun kemudia ia meluncurkan album perdananya bertajuk “Burung – Burung Malam”. Lagu tersebut adalah lagu pengiring film “Catatan Si Emon”.

Selain bernyanyi, yanti juga jago dalam berakting. Dibuktikannya dalam sinetron perdananya “Jendela Rumah Kita” pada episode “Gadis Manis dalam Gerimis” . dari sini karirnya pun meningkat pesat dengan datangnya berbagai tawaran untuk bernyanyi maupun berakting.
Pada Saat menginjakkan kakinya di Sekolah Menengah Atas, KD mengikuti kompetisi menyanyi dan Pertunjukkan Model yang mengantarkannya menjadi finalis GADIS sampu 1991. Dari sini, KD bertemu dengan James Sundah yang membawah dirinya ke dapur rekaman dan menghasilkan dua lagu untuknya.

Karir Sukses menyanyi KD ditandai dengan terbentuknya grup vokal yang dinamai 3 DIVA bersama Ruth Sahanaya dan Titi DJ bersama Erwin Gutawa sebagai Penata Musik dan Jay Subiyakto. 3 DIVA sukses dengan konser nya yang diadakan di 4 kota besar yaitu Surabaya, Jakarta, Bandung dan denpasar bertajuk “3 DIVA”. Setelah sukses dalam negeri, 3 DIVA pun meluncur ke malaysia untuk mengadakan konser serupa disana.

Grup 3 DIVA mulai mendapat masalah ketika pada akhir tahun 2007, 3 DIVA dikontrak oleh Hotel Gran Melia, jakarta Selatan untuk acara malam pergantian tahun di hotel itu. Pada saat itu 3 DIVA tampil tanpa adanya Erwin-Jay karena saat diadakan kontrak kerja tidak adanya kesepakatan antara Erwin-Jay dan pihak hotel, karena itu 3 DIVA tampil tanpa Erwin-Jay melainkan tampil dengan diiringi dengan dian HP dan seorang sutradara. Erwin-Jay pun mengajukan protes karena 3 Diva tampil tanpa mereka. Erwin menyatakan bahwa 3 DIVA adalah proyerk bersama milik 5 orang yaitu Ruth sahanaya, krisdayanti, Titi DJ, Erwin, dan Jay. Mereka juga sempat ketika 3 DIVA didirikan bahwa mereka akan selalu berjalan bersama di acara apapun.

Setelah berhari – hari kontroversi terhadapa masalah ini Erwin dan 3 DIVA pun damai dengan isi kesepakatan :
  • Ruth Sahanaya, KD, Titi DJ dapat terus menggunakan nama 3 Diva
  • 3 Diva tidak boleh memakai aransemen dan segala unsur musikal yang pernah dibuat Erwin Gutawa setiap show terhitung sejak Februari 2008
  • Manajemen KD Production yang menangani 3 Diva harus tetap menjaga agar 3 Diva tidak menggunakan nama Erwin
Tentang berita yang tersiar pemberian 2,25 milyar untuk Erwin segera diklarifikasi ke media, dimohon untuk membuat press release masalah ini telah selesai
Erwin Gutawa dan Jay Subiakto tidak akan bekerja sama dengan 3 Diva dalam bentuk apa pun demikian juga sebaliknya

3 DIVA pun mengganti logonya menjadi DI3VA sesaat setelah perepcahannya dengan Erwin-Jay.

Dalam Kehidupan pribadinya, Anang Hermansyah dijadikan Pendamping hidup oleh KD dengan menikahinya dan sekaligus menjadi manajer bagi dirinya. Tetapi pernikahan yang sudah dibinanya bertahun – tahun harus putus ditengah jalan tepatnya pada bulan agustus 2009 dengan gugat cerai dari Anang hermansyah akibat perselingkuhan Krisdayanti.

Ahmad Dhani



Dhani Ahmad Prasetyo yang dikenal akrab dengan Dhani Manaf atau Ahmad Dhani dilahirkan di Jakarta 26 Mei 1972, anak pertama dari tiga bersaudara hasil pernikahan antara Eddy Abdul Manaf dengan Joyce Theresia Pamela. Dadang S. Manaf seorang gitaris dan komposer legendaris musik Indonesia adalah kakaknya dari lain ibu, karena itu Dhani sangat mengenal musik semenjak masa kecilnya.

Wataknya yang keras dan penuh percaya diri, dan agak temperamental adalah sifat yang menonjol pada cowok jebolan SMUN 2 Surabaya ini. Aransemen musik dan harmonisasi vokal yang menjadi ciri khas Dewa 19 adalah hasil kreasinya yang sangat diilhami oleh kelompok musik asal Inggris, Queen. Sejak masih SD, ia sudah menggilai band ini hingga koleksi albumnya di rumah mencapai lebih dari 50 keping. Ambisinya untuk meraih puncak tertinggi dalam bermusik dengan Dewa 19 terlihat jelas semenjak mereka mendirikan Dewa pada tahun 1986. Obsesi ini membuat dirinya sering tidak takut untuk berbeda pendapat dengan orang lain, yang mengakibatkan banyak yang menganggap dia arogan, tapi tidak sedikit juga yang memuji kejeniusannya dalam bermain musik.

Pernikahannya dengan Maia Estianty di tahun 1996 dan setelah hadirnya tiga orang anak mereka, Ahmad Al Ghazali, Ahmad Jalaluddin Rumi dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani, mungkin merupakan puncak kebahagiaan Dhani dalam hidupnya, namun ini tidak menyurutkan ambisi-ambisinya seperti mendirikan studio sendiri, merintis solo karir, dan menjadi produser yang berhasil menerbitkan beberapa orang penyanyi yang sekarang sudah mempunyai nama besar

Chrisye



Raden Chrismansyah Rahadi (terlahir Christian Rahadi), populer dengan nama Chrisye (lahir di Yogyakarta, 16 September 1949 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 2007 pada umur 57 tahun) adalah seorang penyanyi pop legendaris Indonesia. Ia memulai karier musiknya ketika bergabung sebagai bassist dengan band Gipsy, namanya lalu menjulang lewat lagu “Lilin-lilin Kecil” di sekitar tahun 1977 dan “Badai Pasti Berlalu”, setelah bersolo-karier sebagai penyanyi. Beberapa lagunya yang populer adalah “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”, “Badai Pasti Berlalu”, “Aku Cinta Dia”, “Hip Hip Hura”, “Nona Lisa”, dan “Pergilah Kasih”. Ia berketurunan Jawa meskipun ibunya orang Jawa.
Awal karier Chrisye dimulai pada tahun 1967 saat bergabung dengan keluarga Nasution di Komunitas Gank Pegangsaan. Bermain sebagai bassis dan vokalis pada band “Sabda Nada” yang dimodali oleh Pontjo Sutowo. Sempat dikontrak untuk bermain di New York selama 2 tahun, sebelum terlibat dalam proyek rekaman Guruh Gipsy. Kemudian diminta oleh Prambors untuk menyanyikan lagu “Lilin Lilin Kecil” karya James F. Sundah dalam Lomba Cipta Lagu Remaja, yang meskipun tidak menjadi pemenang namun menjadi lagu yang hits pada masa itu. Hal lain membuat nama Chrisye makin bersinar pada akhir tahun 70-an adalah setelah membuat soundtrack film Badai Pasti Berlalu bersama Jockie Surjoprajogo dan Eros Djarot.
Terdapat fenomena yang mencuat pada sosok Chrisye sejak ia tampil sebagai penyanyi solo pada tahun 1977, yaitu bahwa ia selalu tampil dengan semangat kolaborasi bersama-sama dengan musisi lain.
Pada 1977-1984 Chrisye melakukan dwitunggal dengan Yockie Soerjoprajogo yang bermula ketika Chrisye diajak Yockie Surjoprajogo untuk membawakan lagu Lilin-lilin Kecil James F. Sundah, salah satu lagu yang menjadi finalis Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors Rasisonia 1977. Kerja sama ini berlanjut saat Eros Djarot membuat album soundtrack film Badai Pasti Berlalu(1977).
Pada 1985 Chrisye memisahkan diri dengan Yockie dan mulai menggamit pemusik yang lebih muda untuk menggarap album Sendiri (1985) dan Aku Cinta Dia (1986), yaitu Addie MS dan Raidy Noor. Penata musik album selanjutnya seperti Hip Hip Hura (1986) dan Nona Lisa (1987) dipercayakan kepada trio RAG (Raidy Noor, Adjie Soetama, dan Herman Gelly Effendy) serta Younky Soewarno pada album Jumpa Pertama (1988) dan Pergilah Kasih (1989). Di era ini, musik Chrisye digarap lebih fresh dengan aksentuasi pada programming music (musik mesin) yang tengah ngetrend saat itu. Karakter musiknya pun cenderung riang.
Lalu muncul Erwin Gutawa berlaborasi dengan Chrisye dalam mengolah musik pada 1996-2002. Erwin sendiri banyak membingkai lagu-lagu Chrisye dalam sofistikasi yang lebih memperhatikan akurasi. Erwin banyak memberi peluang untuk memasukkan banyak gestur musik yang sangat berbeda dengan karakter musik Chrisye. Termasuk ketika Erwin menyandingkan Chrisye dengan Waldjinah.
Menyadari akan kekurangannya dalam menulis lirik lagu, Chrisye menjalin kerja sama dengan penulis lirik seperti Deddy Dhukun, Eros Djarot, Rina R.D., Tito Soemarsono, dan Bagoes AA. Bahkan ia pernah meminta kesediaan penyair religius Taufik Ismail untuk menulis lirik lagu Ketika Kaki dan Tangan Berkata yang diinspirasikan dari surat Yasin. Kolaborasi dalam menulis lirik walhasil membuat lagu-lagu yang dinyanyikan Chrisye menjadi variatif dalam tema. Ada tema romansa, tema religius.
Tahun 1982 Chrisye menikah dengan Damayanti Noor, anggota keluarga Noor Bersaudara. Ia kemudian memeluk agama Islam lalu mengganti nama pertamanya menjadi “Chrismansyah”. Dari pernikahannya dengan Damayanti Noor, Chrisye memperoleh empat orang anak yakni Rizkia Nurannisa (1983), Risti Nurraisa (1986), dan putra kembar: Rainda Prashatya & Randa Pramasya (1989).
Tahun 1995, Chrisye memperoleh BASF Legend Award atas pengabdiannya terhadap musik Indonesia selama ini. Pada tahun 2002, ia meluncurkan album Dekade yang berisi rekam ulang sejumlah lagu lama.
Pada tanggal 31 Juli 2005, Chrisye harus menjalani rawat-inap di rumah sakit di Singapura karena divonis mengidap penyakit kanker paru-paru stadium akhir. Penyakit kanker paru-paru adalah yang tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan. Pada awalnya dalam pemeriksaan di Jakarta, Chrisye disebutkan hanya terkena infeksi paru-paru. Namun ternyata setelah menjalani pemeriksaan yang lebih lanjut di Singapura, tim medis di sana memberikan hasil yang lebih akurat bahwa ternyata penyakit yang diderita oleh Chrisye adalah penyakit kanker paru-paru pada stadium IV (stadium akhir).
Pada tanggal 30 Maret 2007, pukul 04.08 WIB, Chrisye meninggal dunia di Jakarta, akibat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya. Ia kemudian dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta.
Pada tanggal 7 Maret 2009, Java Jazz menggelar konser bertajuk “A Tribute to Chrisye“, di mana pada saat itu Glenn Fredly membawakan lagu yang mengenang sang legendaris dunia musik tanah air kita ini.

Agnes Monica



Bernama lengkap Agnes Monica Muljoto atau biasa di sapa agnes monica, dilahirkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 1986. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Jenny Siswono dan Ricky Suprapto. Ia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Steve Muljoto yang kemudian menjadi manajernya. Agnes menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Tarakanita Jakarta, kemudian melanjutkan pendidikannya ke SLTP Pelita Harapan. Di sekolahnya, Agnes merupakan siswi yang berprestasi di bidang akademik dan sering menerima beasiswa, meskipun ia juga disibukan dengan aktivitas luar sekolah seperti kursus piano, bahasa Inggris, seluncur es, dan bulu tangkis.

Bakat Agnes di bidang seni sudah telihat sejak ia masih kanak-kanak, khususnya bidang tarik suara. Selain ditempa di gereja, Agnes juga ikut kursus vokal di beberapa tempat. Saat menginjak usia enam tahun, Agnes memulai kariernya sebagai penyanyi cilik dan merekam album anak-anak pertamanya yang diberi judul Si Meong. Nama Agnes melambung sebagai penyanyi cilik saat ia merilis album keduanya pada tahun 1995 yaitu Yess!, yang merupakan album duet bersama Eza Yayang. Album tersebut dinobatkan sebagai "Album Anak-Anak Terbaik" pada tahun 1999. Album lain yang telah dirilis Agnes yaitu Bala-Bala. Ketiga album tersebut berhasil melejitkan Agnes ke jajaran penyanyi cilik terpopuler di era 1990-an. Selain bernyanyi dan merilis album, Agnes juga menjadi presenter acara anak-anak yaitu Video Anak Anteve (VAN) di Anteve, Tralala-Trilili di RCTI, dan Diva Romeo di Trans TV.

Agnes berhasil meraih penghargaan Panasonic Awards untuk "Pembawa Acara Anak-Anak Terfavorit" selama dua tahun berturut, 1999 dan 2000. Menginjak usia remaja, Agnes mulai terjun ke dunia seni peran, dimulai dengan penampilannya di sinetron Lupus Millenia dan Mr. Hologram pada tahun 1999. Pada tahun itu, Agnes berhasil menempati urutan pertama jajak pendapat artis beranjak remaja terbaik versi artiscilik.com. Pada tahun 2000, Agnes menjadi pemeran utama di sinetron Pernikahan Dini bersama Sahrul Gunawan. Sinetron inilah yang berhasil melambungkan nama Agnes dan menghapus citranya sebagai seorang artis cilik. Akting Agnes di sinetron tersebut berhasil meraih penghargaan "Aktris Terfavorit" pada Panasonic Awards pada tahun 2001 dan 2002, serta SCTV Awards sebagai "Aktris Ngetop" pada tahun 2002

Glenn Fredly


Glenn Fredly lahir di Ambon, Maluku 30 September 1975. Ia dikenal sebagai penyanyi yang pada Anugerah Musik Indonesia 2001 (AMI) pernah meraih penghargaan kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik untuk lagu musik R&B.

Awal kariernya bermula saat dia menjadi vokalis "Funk Section". Pada tahun 1995 (setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994). Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik. Tiga tahun kemudian, Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk Glenn dengan bermodalkan 8 buah lagu. Dalam album ini terdapat 3 buah lagu yang sering dinyanyikan Glenn yaitu "Kau" dan "Cukup Sudah" serta "Mobil Mama" yang menjadi hits di Malaysia.

Album kedua diluncurkan pada tahun 2000 dengan judul KEMBALI. Dalam album ini terdapat beberapa hits seperti "Salam Bagi Sahabat" dan "Kasih Putih". Seperti album perdananya, album ini masih bernaung di bawah Sony Music Indonesia dengan produser Aminoto Kosin. Album ini pun bernasib sama seperti album sebelumnya, meskipun cukup dikenal, namun kedua album Glenn ini belum memenuhi keinginan major label baik itu dari segi popularitas maupun penjualan.

Dengan keraguan besar dari pihak label, Glenn yang beragama Protestan ini meluncurkan album ketiganya bertajuk "Selamat Pagi, Dunia!" (2003). Tak dinyana banyak hits yang muncul dari album ini. Hits yang paling mengguncang Indonesia adalah lagu "Januari". Keberhasilan album ini membuat pihak Sony Music Indonesia membuat album repackage tahun 2004, dikemas dengan bonus VCD karaoke dan Unplugged Live Performance.

Tahun 2005 Glenn ditawari untuk membuat satu buah album sebagai soundtrack dari film baru "Cinta Silver". Satu tahun kemudian Glenn mengeluarkan album lagi sebagai penghargaan dan rasa hormatnya kepada musisi-musisi terdahulu, bertajuk "Aku & Wanita". Pada tahun yang sama Glenn meluncurkan album ketujuh dengan judul "Terang". Kemasan suguhan terbaru dari Glenn ini adalah album yang bernuansa Natal dikarenakan berbarengan dengan Natal 2006. Tahun 2007 Glenn kembali mengeluarkan album tergressnya. Bertajuk "Happy Sunday" , album ini diklaim sebagai wahana dalam memancarkan spirit baru memandang kehidupan secara global melalui media musik.

Sementara terkait kehidupan pribadinya, Glenn menikah dengan penyanyi Dewi Sandra, yang juga mantan istri aktor Surya Saputra pada 3 April 2006. Pernikahan mereka berlangsung secara tertutup di Bali, beberapa saat setelah bercerai, sehingga mengundang spekulasi bahwa mereka telah menjalin hubungan sejak Dewi masih menjadi istri Surya Saputra. Namun hal ini kemudian dibantah keduanya.

Namun, rumah tangga Glenn pada penghujung 2008 mengalami goncangan. Dikabarkan ia dan Dewi telah pindah ranjang, dan segera bercerai. Di tengah-tengah masalah rumah tangganya, Glenn merilis single Terserah dari album "Private Collection", yang konon liriknya menyindir Dewi.

Kabar keretakan rumah tangga Glenn dan Dewi yang selama ini santer diberitakan ternyata benar adanya. Meski kedua public figure ini selalu membantahnya, namun kejelasan ini mulai tampak. Glenn telah melayangkan gugatan cerai pada 12 Maret 2009 melalui Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Persidangan Glenn - Dewi cukup memakan waktu, karena pada awalnya, Dewi masih ingin mempertahankan pernikahannya. 27 Agustus 2009, akhirnya sidang cerai Glenn diputuskan, ia resmi menyandang status duda.

Akhir Oktober 2009, muncul kabar mengagetkan dari Glenn. Kabarnya ia terserang penyakit HIV. Namun hal ini dibantah oleh mantan istrinya, Dewi Sandra, tapi ia membenarkan Glenn yang sakit dan sempat dirawat di rumah sakit, tapi bukan karena HIV. Hal ini pula dibenarkan Glenn. Ia menderita masalah pencernaan yang cukup kronis karena menjadi seorang vegetarian, di mana asupan makanan dan energi yang ia keluarkan tidak seimbang. Tapi saat ini kondisinya pun berangsur membaik.

Awal Januari 2010, Glenn merilis album teranyarnya, yang diberinya judul "Lovelution". Untuk album kesepuluhnya ini, Glenn, menjagokan single Cuma Kamu. Tak hanya album baru, Glenn juga mengisyaratkan untuk segera "gantung gitar". Ia berencana gantung gitar setelah menggelar konser di Singapura 6 Februari 2010.