Musik ini lahir dari kondisi masyarakat
Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan menggunakan musik,
para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk bangkit melawan
penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya berisi ajakan
untuk berjuang, ajakan untui berkorban demi tanah air, dan sebagainya. Irama
musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.
A. Nasionalisme dalam Musik
Selama abad 19, semua masyarakat Eropa merasakan bahwa masing-masing tanah air
yang dimilikinya harus mendapatkan loyalitas dan pengorbanan diri. rasa
nasionalisme bangkit pada saat berlangsungnya revolusi Perancis dan masa
peperangan di bawah pemerintahan Napoleon (1789-1814). Pada saat itu pasukan
Perancis melakukan penyerbuan atas sebagian besar wilayah Eropa, sehingga
banyak negara yang dikuasai Napoleon menimbulkan kesadaran nasionalisme di
kalangan warga negaranya. Rasa solidaritas itu adalah kesamaan bahasa, budaya,
dan sejarah yang dapat menimbulkan kekuatan, karena banyak yang dikirim ke
medan perang adalah prajurit militer dari kalangan sipil, bukan dari kalangan
tentara bayaran dan rasa patriotisme ini ditanamkan sebagai warisan nasional.
Sebagai gerakan politik revolusioner, nasionalisme membawa dampak pengaruh
kepada negara Jerman dan Itali yang sebenarnya adalah negara yang
terpecah-pecah menjadi negara kecil. Nasionalisme menyebabkan terjadinya
berbagai pemberontakan di negara kekuasaan asing, seperti Polandia dan Bohemia.
Arti nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya persamaan
nasib dan sejarah serta kepentingan hidup untuk bersama sebagai suatu bangsa
yang bersatu, berdaulat, demokratis dan maju di dalam suatu kesatuan bangsa dan
negara serta cita-cita bersama guna mencapai, memelihara dan mengabdikan
identitas, persatuan, kemakmuran, dan kekuatan atas dasar nasionalisme. Di
Indonesia nasionalisme adalah kualitas kejiwaan yang didasarkan pada kesadaran
nasional yang menjadi daya pemersatu seluruh bangsa untuk hidup bersama dan
bekerjasama berdasarkan atas harga diri yang timbul dari masyarakat kebudayaan
Indonesia. Nasionalisme di Indonesia lahir bersamaan dengan tumbuhnya keinginan
membentuk negara nasional Indonesia. Kesadaran nasion`l ini merupakan kekuatan
yang sangat menentukan bagi terwujudnya negara dan bangsa. Negara dan bangsa
tidak saja merupakan organisasi sosial politik tetapi juga sebuah kerangka yang
sangat diperlukan bagi semua aktivitas sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
Nasionalisme dan negara bangsa Indonesia berkembang melalui proses sejarah yang
panjang.
Nasionalisme merupakan suatu gerakan kebudayaan yang sangat kuat pengaruhnya
terhadap penggunaan bahasa nasional, yaitu seperti di negara yang dijajah oleh
kekuatan bangsa asing, bahasa nasional menjadi luas pemakaiannya baik dalam
tulisan buku-buku, surat kabar dan dokumentasi penting lainnya. Sebagai contoh,
di Bohemia terjadi kebangkitan kembali penggunaan bahasa Czekoslovakia, di mana
kondisi sebelum tahun 1800 negara ini telah dikuasai oleh bahasa Jerman yang di
pakai pihak penguasa Austria. Pada setiap negara yang dijajah oleh bangsa asing
semangat nasionalisme dirasakan oleh kalangan penduduk tradisional, di
antaranya adalah para kaum tani sehingga menimbulkan antusias baru terhadap
lagu rakyat, legenda rakyat dan cerita dongeng rakyat sebagai identitas bangsa
yang menimbulkan rasa nasionalisme salah satu diantaranya adalah kesenian.
Pengertian nasionalisme dalam musik pada pembahasan ini dapat di bagi menjadi
dua bagian sebagai berikut.
a. Gaya nasional
Nasionalisme juga mempengaruhi musik Romantik, sebagai mana para komponis
secara cermat memberikan suatu identitas nasional pada karya musik mereka
sendiri. Para komponis menggunakan lagu rakyat dan tarian rakyat dan
menciptakan lagu-lagu asli dengan cita rasa rakyat. Kemudian para komponis
nasionalis menulis opera dan musik programa yang diilhami oleh sejarah tanah
air mereka sendiri. Seperti Russian Easter Overtur karya Rimsky Korsakov,
“Finlandia” karya Sibelius dan Slavonic Dances karya Antonio Dvorak. Gaya
nasional digunakan melalui lagu rakyat yang dapat menimbulkan jiwa patriotisme.
Musik akan berbunyi dan bernuansa, Perancis, Russia, atau Itali bila irama,
warna nada, dan melodinya berasal dari tradisi nasional yang memang sebelumnya
telah ada karakteristik regional dalam musik sebelum periode romantik, namun
perbedaan gaya nasional pada saat itu belum dibahas begitu mendalam
penggunaannya secara umum.
b.Gaya nasional eksotisme
Komponis abad 19 benar-benar mrenyadari akan faham kebangsaan mereka untuk
berjuang secara sadar mewujudkan ciri-ciri kebangsaan dalam musik dari negara
asing. Para komponis sering meminjam gaya nasional bangsa lain. Eksotisme
dipakai sebagai ide dalam musik seperti halnya para komponis Indonesia memakai
medium barat dalam karya musiknya. Ciri-ciri ini terdapat pada ritme, melodi,
irama, yang menciptakan nuansa nasional kebangsaan yaitu suatu trend dikenal
sebagai eksotisme musik. Sebagai contoh para komponis menulis lagu-lagu bergaya
oriental yang dipengaruhi ide musik dari kebudayaan bangsa lain. Seperti George
Bizet seorang komponis berkebangsaan Perancis menulis Carmen, yaitu sebuah
karya opera dengan mengambil idiom musik Spanyol. Giocomo Puccini seorang
komponois berkebangsaan Itali menulis Madame Buterfly sebuah opera yang
mengambil idiom musik bangsa Jepang. Rimsky Korsakov komponis berkebangsaan
Russia menulis Scheherazade sebuah karya orkestra dengan mengambil idiom musik
bangsa Arab Timur tengah. Gaya eksotisme adalah suatu perkembangan musik
romantik yang menarik bagi komponis, berkaitan dengan keindahan negara lain
yang menjadi ide ekspresi musikal.
No comments:
Post a Comment